(SEA Games Myanmar 2013) Hayom Harus Puas Dengan Medali Perak

12/14/2013
Oleh

(Nay Pyi Taw, 14/12/2013)
Pupus sudah harapan Dionysius Hayom Rumbaka untuk meneruskan tradisi emas tunggal putra Indonesia di ajang SEA Games. Dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia selalu berhasil membawa pulang medali emas dari pesta olahraga se Asia Tenggara ini.

Pada partai final SEA Games Myanmar 2013, Hayom dikalahkan oleh unggulan kedua asal Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, 20-22, 17-21.
 
“Saya sudah melakukan usaha maksimal. Namun lawan punya serangan yang bagus, ini yang cukup menyulitkan buat saya. Pada pertandingan tadi, saya lebih banyak di bawah tekanan,” kata Hayom yang tak dapat menyembunyikan raut kekecewaan di wajahnya.

Pertarungan kedua pemain berlangsung sengit. Hayom sebetulnya tampil cukup baik di awal permainan. Ia sempat memimpin perolehan skor 5-0 atas Tanongsak yang merupakan semifinalis All England 2013. Akan tetapi Tanongsak pun tak kalah garang, ia bermain dengan penuh semangat yang menggebu-gebu. Tanongsak tak ingin mengulangi kenangan pahit saat dikalahkan Simon Santoso pada final SEA Games 2011 di Jakarta.

Sementara Hayom tercatat banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri yang tentu menguntungkan buat Tanongsak, terutama pada game kedua.
 
“Sebagai bahan evaluasi, saya harus memperbaiki hal-hal yang sifatnya non teknis. Saya mesti lebih sabar lagi di lapangan,” tambahnya sambil tertunduk lesu.

Indonesia masih punya kesempatan untuk menambah medali emas lewat pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari yang tengah berhadapan dengan Vivian Kah Mun Hoo/Woon Khe Wei (Malaysia).

Hasil perolehan medali sementara dari cabang bulutangkis :

Tiga medali emas : Angga Pratama/Rian Agung Saputro (ganda putra), Bellaetrix Manuputty (tunggal putri), Muhammad Rijal/Debby Susanto (ganda campuran)

Dua medali perak : Ricky Karanda Suwardi/Berry Angriawan (ganda putra), Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal putra)

Satu medali perunggu : Wisnu Yuli Prasetyo (tunggal putra)
 

 

Foto & Video Terbaru