Agung Firman Ungkap 5 Faktor Kunci dalam Visi dan Misi Kepengurusan PBSI

2/5/2021
Oleh FH

Jakarta, 5 Februari 2021

Ketua Umum PP PBSI, Agung Firman Sampurna menyampaikan lima isu strategis yang merupakan faktor kunci yang menjadi rumusan visi dan misi kepengurusan PBSI yang dipimpinnya. Hal ini disampaikan saat Agung menjadi narasumber Webinar yang diselenggarakan oleh Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (Siwo PWI) Jaya, Kamis (4/2).

Bertemakan "Mengawal 100 Hari Kinerja Ketum PP PBSI Baru: Mengupas Visi Misi Agung Firman Sampurna", webinar yang berlangsung selama 2 jam 15 menit ini juga dihadiri oleh Kabid Binpres PP PBSI, Rionny Mainaky, Greysia Polii sebagai perwakilan dari skuad Indonesia, dan Imelda Wigoena, Ketua Harian Klub Jaya Raya Jakarta.

Menurut Agung, terdapat lima isu strategis yang merupakan faktor kunci dalam pengelolaan organisasi serta menjadi rumusan visi dan misi PBSI untuk empat tahun ke depan. Kelima faktor tersebut adalah, pertama, organisasi, akuntabilitas, dan transparansi. Kedua, rekrutmen atlet, pelatihan, dan prestasi. Ketiga, kemitraan. Keempat, partisipasi masyarakat dan pengembangan klub bulutangkis. Yang kelima, industri olahraga.

"Rekrutmen atlet, pelatihan, dan prestasi adalah tiga bagian penting yang selalu dibicarakan. Seperti ingin adanya rekrutmen atlet yang lebih terbuka, lebih disiplin, dan memberikan ruang bagi semua, baik untuk pengurus provinsi kabupaten dan kota, juga untuk semua klub yang ada di seluruh Republik Indonesia," tutur Agung.

"Untuk pelatihan, tidak hanya terkait metode latihan atau sport science saja, tapi saya juga mendorong sport psychology. Termasuk chemistry antara kebutuhan kompetensi atlet dan karakter pelatih apa yang dibutuhkan di dalamnya," jelas Agung.

"Tentunya untuk prestasi, kita punya harapan. Bulutangkis ini adalah olahraga yang sangat populer di Republik ini. Selain sepakbola, lewat olahraga ini juga lagu Indonesia Raya bisa berkumandang di forum internasional," kata Agung dengan semangat.

Terkait kemitraan, Agung pun tidak tinggal diam. Dalam kepengurusannya, nakhoda baru PP PBSI ini menyebutkan bahwa siapapun yang akan bermitra dengan PBSI konsepnya tidak lagi charity, melainkan corporate branding. Sehingga memberikan ruang terbuka bagi siapapun yang mau bermitra dengan PBSI.

"Kita ingin membangun sebuah tata kelola yang transparan dan akuntabel, sehingga nantinya kalau ada swasta yang ingin berpartisipasi di PBSI, sifatnya saling menguntungkan. Hak dan kewajibannya juga menjadi jelas, yang pasti memberikan ruang bagi siapapun yang mau bermitra dengan PBSI. Nanti ke depan yang kita lakukan tidak dalam pola charity, tapi corporate branding," ungkap Agung.

Meski belum diumumkan, Agung menyebut sudah ada beberapa perusahaan yang bermitra atau memberikan sponsor kepada PBSI. Ia berjanji hal ini akan menjadi yang pertama diumumkan saat pelantikan pengurus PP PBSI.

"Hal yang paling pertama diumumkan saat pelantikan adalah Komite Manajemen Eksekutif. Saat ini perusahaan atau BUMN yang mau memberikan sponsor kepada kami tidak bisa memberikannya sekarang ini. Karena saya tidak bisa menerima. Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PP PBSI tidak boleh terlibat, baik secara langsung, maupun tidak langsung dalam pengelolaan keuangan," jawab Agung saat ditanya perihal sponsor.

"Untuk sistem keuangan, kita siapkan lengkap di sini. Nanti standar pengelolaan keuangannya, sistem akuntansinya kita siapkan, kebijakannya juga kita buat," tambahnya.

Pengembangan klub bulutangkis merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian PP PBSI. Agung juga menilai bahwa klub merupakan pilar dari olahraga tepok bulu ini. Dibutuhkan juga hubungan yang baik antara PBSI dengan seluruh klub yang ada di Indonesia.

"Klub merupakan pilar dari olahraga ini, oleh karena itu kita ingin tahu bagaimana perkembangan klub bulutangkis di Indonesia yang jumlahnya banyak ini. Mereka harus mendapatkan dukungan yang berkesinambungan dengan pengembangan bulutangkis. Artinya, hubungan PBSI dan klub perlu ditata, begitu juga hubungan klub dengan atletnya," ucap Agung.

Selain mengemukakan visi misinya, Agung juga berharap bahwa Indonesia juga memiliki Piala Presiden dalam ajang olahraga bulutangkis, seperti cabang sepakbola dan tinju. 

"Sepakbola dan tinju punya Piala Presiden, sedangkan bulutangkis yang merupakan olahraga dengan prestasi internasional bertahun-tahun, tapi tidak punya Piala Presiden. Kita ingin juga punya Piala Presiden, karena selain olahraga yang memasyarakat, bulutangkis ini juga mendapatkan tempat yang cukup terhormat di Indonesia," harapan Agung.

Berikut Visi dan Misi Ketua Umum PP PBSI:

Visi
Terwujudnya tata kelola yang mendukung pelatihan dan kompetisi, meningkatkan minat dan memberikan kesempatan tampilnya bakat-bakat baru yang berkesinambungan menghasilkan atlet-atlet berprestasi, serta membangun kolaborasi partisipatif dalam menciptakan sports industrial entertainment.
               
Misi
1. Peningkatan prestasi dan penguatan semangat persatuan nasional melalui pengembangan olahraga bulutangkis.
2. Kolaborasi/kemitraan yang dilandasi rasa hormat, saling berbagi dan saling memberi manfaat dalam kerangka pengembangan olahraga bulutangkis nasional.
3. Para pemangku kepentingan untuk membangun sistem rekruitmen dan pelatihan atlet serta kompetisi yang transparan, akuntabel, dan berdaya jual.
4. Peningkatan partisipasi masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan membangun semangat kerja.
5. Pengembangan sports industrial entertainment.

 

 
 

Berita Terbaru

1
| 2
| 3
|... Next
Selengkapnya
 

Foto & Video Terbaru