Yonex Thailand Terbuka, Hendra/Ahsan Menuju ke Jalur Penampilan Terbaik

1/14/2021
Oleh BHW

Jakarta, 14 Januari 2021

Bukan hanya tiket babak perempatfinal turnamen Yonex Thailand Terbuka 2021 yang sudah di tangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Pasangan berjuluk The Daddies ini juga menunjukkan performa menuju penampilan terbaik seperti sebelum pandemi.

Penampilan apik tersebut ditunjukkan Hendra/Ahsan di babak kedua ajang berhadiah total 1 juta dolar AS itu ketika mengatasi perlawanan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty. Ganda unggulan kedua ini bermain lebih baik saat bertarung di Impact Arena, Bangkok, Kamis, 14 Januari 2021.

Adaptasi dengan kondisi angin di arena, konsentrasi, cara bermain, dan mengatasi tekanan, sudah jauh lebih baik. Performa Hendra/Ahsan layaknya mereka sebelum vakum akibat pandemi. Memang masih melakukan kesalahan, tetapi relatif sedikit. Berkat performa seperti itu, Hendra/Ahsan menang 21-19, 21-17 dalam waktu 34 menit.

"Hari ini kondisi kami sangat baik, tapi di pertandingan masih banyak melakukan kesalahan sendiri. Semoga besok lebih baik saat melawan Korea Selatan," sebut Hendra seperti disampaikan kepada Tim Humas dan Media PP PBSI dari Bangkok.

Menyangkut strategi bermain, Hendra mengakui sempat kecolongan di awal gim. Mereka kalah start duluan. "Tadi di awal gim kami kalah start, jadi mereka ambil inisiatif duluan menyerang. Padahal ini yang kami paling waspadai. Setelah itu kami mencoba bermain dengan pola yang kami siapkan, bagaimana menurunkan bola dulu dan bermain sabar," terang Hendra.

"Menurut saya, pasangan India ini bagus sekali. Serangannya bagus, smashnya kencang dan cepat. Jadi bagaimana kami bermain untuk meredam mereka tadi," tambah Hendra.

Di babak perempatfinal, Jumat (15/1), Hendra/Ahsan bakal bersua unggulan ketujuh, Choi Solgyu/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Rekor pertemuan adalah 1-0 buat wakil Negeri Ginseng yang terjadi di final Hong Kong Terbuka 2019.

Performa lebih menjajikan juga ditampilkan Anthony Sinisuka Ginting. Pemain berusia 25 tahun ini juga bermain lebih rancak untuk mengantarkannya ke babak delapan besar. Ginting sukses menekuk pemain muda tuan rumah, Kunlavut Vitidsarn, 21-16, 21-19.

"Puji Tuhan hari ini bisa menyelesaikan pertandingan dengan tidak ada kurang satu apapun. Juga bisa menembus perempatfinal," ujar Ginting.

"Di gim pertama saya bisa mengendalikan permainan, pola yang saya mau, berhasil dimainkan. Di gim kedua Kunlavut mulai berani mengambil inisiatif permainan, saya sempat terbawa irama dia. Selain itu, saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Beruntung di akhir saya bisa lebih siap dan fokus," cerita Ginting.

Dengan berbekal kemenangan itu, Ginting di babak perempatfinal siap berjibaku dengan Rasmus Gemke asal Denmark. Rekor pertemuan adalah 1-0 untuk Gemke yang mengungguli Ginting pada turnamen All England 2020.

"Step by step saja dulu. Saya mau fokus ke strategi permainan dan recovery untuk pertandingan besok," tukas Ginting.

Kompatriotnya, Jonatan Christie juga lolos ke perempatfinal. Tiket tersebut didapat setelah peraih medali emas Asian Games 2018 ini hanya dalam 27 menit dengan mudah menggulingkan Jason Anthony Ho-Shue (Kanada), 21-10, 21-9.

"Puji Tuhan hari ini bisa kembali menang. Ya hari ini mungkin saya menerapkan strategi yang tepat jadi membuat lawan tidak enak. Sebenarnya dia pemain bagus juga," ujar Jojo, sapaan akrab Jonatan

Untuk memperebutkan tiket ke semifinal, Jojo harus bertemu lawan berat asal Denmark, Viktor Axelsen yang unggulan keempat. Rekornya, dalam lima pertemuan, Jojo tiga kali kalah dan dua kali menang, termasuk terakhir unggul di Prancis Terbuka 2019.

"Untuk besok yang penting adalah kepercayaan diri di lapangannya. Secara pengalaman dan di atas kertas, Axelsen memang di atas saya. Tetapi mudah-mudahan dengan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri saya," ujar Jojo lagi.

Kemenangan juga diukir Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Pasangan ganda campuran andalan Merah-Putih ini sukses menekuk wakil tuan rumah, Supak Jomkoh/Supissara Paewsampran, 21-14, 22-20 dalam durasi 29 menit.

"Hari ini kami bermain cukup bagus, pasangan Thailand juga begitu. Mereka memang punya permainan yang solid dan fighting spirit yang kuat," kata Praveen. "Kami mencoba fokus pada permainan kami, komunikasi dengan Meli juga dijaga, jangan sampai lengah dan kendur," tambahnya.

Di babak 8 Besar, Praveen/Melati yang diunggulkan di tempat kedua akan bersua Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Wakil Denmark ini sebelumnya membuat kejutan dengan menggulingkan unggulan ketujuh asal Inggris, Marcus Ellis/Lauren Smith, 21-18, 21-18.

"Besok harus lebih siap lagi karena lawannya pasangan Denmark yang kualitasnya bagus. Mereka tadi mengalahkan unggulan ketujuh," tegas Praveen.

Pada ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga melaju ke perempatfinal. Pasangan unggulan kelima menggusur Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand),  21-18, 21-13. (*)
 

Foto & Video Terbaru